Menurutnya, hasil analisis memberikan pengetahuan baru bagi petani mengenai kondisi lahan yang selama ini mereka kelola.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Tim KKN UGM karena melalui kegiatan ini kami mengetahui bahwa sebagian lahan mengalami kondisi yang kurang sesuai akibat pH tanah yang tidak ideal, sehingga mengindikasikan adanya kekurangan unsur hara,” ujarnya.
Informasi tersebut, kata Habel, sangat membantu petani dalam menentukan langkah perbaikan sebelum memasuki musim tanam berikutnya.
Ia berharap pengukuran karakteristik tanah tidak hanya dilakukan melalui program KKN, tetapi dapat menjadi kegiatan yang dilakukan secara berkala oleh instansi terkait.
“Kami berharap ke depan instansi terkait, khususnya dinas pertanian, dapat melakukan pengukuran karakteristik tanah secara berkala sehingga petani memiliki data yang lebih akurat sebagai dasar dalam mengelola lahannya,” harapnya.
Dorong Pertanian Pante Deere Berbasis Data
Melalui kegiatan tersebut, Tim KKN-PPM UGM berharap pengelolaan lahan pertanian di Desa Pante Deere dapat dilakukan secara lebih terarah dan berbasis data.
Analisis pH tanah dan pemetaan kesesuaian lahan menjadi langkah awal untuk membantu masyarakat menentukan komoditas yang sesuai dengan karakteristik lahan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatAlor.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.







