Ia bahkan menyatakan bahwa anggota Brimob yang terlibat tetap dianggap sebagai bagian dari keluarga besar mereka.
“Kami sekeluarga besar telah memaafkan dan menerima dengan ikhlas kejadian ini. Kami berharap persoalan ini menjadi pelajaran bersama dan diselesaikan melalui pembinaan serta nasihat yang baik,” ungkap Samaiun.
Pernyataan tersebut mendapat apresiasi dari berbagai pihak yang hadir dalam proses perdamaian.
Brimob Berkomitmen Tingkatkan Pembinaan Anggota
Wadanyon Brimob Polda NTT AKP Raimondo De Jesus juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban dan masyarakat atas peristiwa yang terjadi.
Ia menegaskan bahwa institusinya berkomitmen meningkatkan pembinaan terhadap anggota guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian yang terjadi. Kami berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan terhadap anggota agar peristiwa serupa tidak terulang kembali,” ujarnya.
Laporan Polisi Dicabut
Sebagai bentuk kesepakatan damai, kedua belah pihak menandatangani berita acara pencabutan laporan polisi yang disaksikan keluarga korban, perwakilan Brimob Polda NTT, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan pihak terkait lainnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatAlor.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
