Momen perdamaian ditandai dengan pengalungan dan penyematan selendang oleh keluarga korban kepada anggota Brimob yang sebelumnya terlibat dalam insiden tersebut. Prosesi ini menjadi simbol penerimaan, rekonsiliasi, dan pemulihan hubungan sosial antara kedua belah pihak.
Kapolres Apresiasi Sikap Keluarga Korban
Kapolres Alor AKBP Nur Azhari menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang memilih menyelesaikan persoalan melalui musyawarah dan pendekatan kekeluargaan.
Menurutnya, meskipun kepolisian telah melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi sesuai prosedur hukum yang berlaku, mekanisme restorative justice tetap menjadi salah satu solusi yang dapat ditempuh apabila para pihak mencapai kesepakatan damai.
“Kami mengapresiasi keluarga korban yang telah membuka hati dan menunjukkan kebesaran jiwa dalam menyelesaikan persoalan secara damai,” ujar Kapolres.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas nama institusi Polri kepada keluarga korban atas peristiwa yang terjadi.
“Semoga perdamaian ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan kekeluargaan antara masyarakat dan Polri,” tambahnya.
Keluarga Korban Pilih Memaafkan
Orang tua korban, Samaiun Jakra, menegaskan bahwa keluarga besar telah menerima dan memaafkan kejadian yang terjadi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatAlor.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
