iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Ratusan Warga Adat O’A Tolak Pembangunan Satrad TNI AU di Omtel, DPRD Alor Siapkan RDPU

Avatar photo
warga demo di alor
Ratusan warga Masyarakat Adat O'A (OA) bersama Aliansi Masyarakat Tanah Adat Menggugat (AMTAM) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kabupaten Alor, Kamis (2/7/2026). (Juan/RakyatALOR.ID)
  • Bagikan

“Tanah Omtel ini bukan hanya tempat kami tinggal, tetapi merupakan urat nadi kehidupan kami. Namun kami selalu dihantui oleh Dinas Kehutanan Kabupaten Alor,” ujarnya.

Ia mempertanyakan masa depan generasi penerus Masyarakat Adat O’A apabila status kawasan tetap dipertahankan tanpa memberikan kepastian hak atas tanah yang telah mereka kelola selama bertahun-tahun.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!

Yason juga meminta pemerintah menghentikan sementara pembangunan yang sedang berjalan karena perubahan status kawasan, menurutnya, dilakukan tanpa melibatkan masyarakat adat.

“Kami meminta pembangunan yang sementara berjalan dihentikan. Tanah kami diubah statusnya menjadi kawasan hutan tanpa ada kesepakatan dari masyarakat. Pemerintah daerah hingga pemerintah pusat mengambil keputusan tanpa melibatkan kami,” tegasnya.

Di luar gedung DPRD, hampir 500 warga Masyarakat Adat O’A terus menyuarakan tuntutan agar pemerintah memberikan keadilan atas hak-hak masyarakat adat.

DPRD Alor Janji Gelar RDPU

Menanggapi aspirasi tersebut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Alor, Yeremias A. Karbeka, S.H., menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai.

Ia memastikan DPRD menerima seluruh tuntutan yang disampaikan dan akan menindaklanjutinya melalui Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan menghadirkan dinas terkait, perwakilan masyarakat adat, serta organisasi mahasiswa.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatAlor.ID

+ Gabung

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *