iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

DPRD Alor Soroti Anggaran Rp2,8 Miliar untuk RSB Mola dan Rp900 Juta Wifi, Deni Padabang Minta Audit Proyek Mangkrak

Avatar photo
DPRD Alor
Anggota DPRD Kabupaten Alor dari Partai NasDem, Deni Padabang bersama anggota DPR RI Fraksi Nasdem, Julie Sutrisno Laiskodat. (Foto: Ist)
  • Bagikan

Kalabahi, RakyatALOR.ID – Anggota DPRD Kabupaten Alor dari Partai NasDem, Deni Padabang, melontarkan kritik keras terhadap kebijakan Pemerintah Kabupaten Alor yang memasukkan lanjutan pembangunan ruang rawat inap Rumah Sakit Bergerak (RSB) Mola senilai sekitar Rp2,8 miliar serta pengadaan jaringan wifi senilai Rp900 juta dalam penyesuaian APBD Tahun Anggaran 2026.

Menurut Deni, kedua program tersebut tidak pernah dibahas sebagai prioritas saat pembahasan APBD murni 2026 bersama DPRD. Kritik itu disampaikannya dalam Sidang Paripurna DPRD Alor terkait penyampaian laporan hasil pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 serta jawaban Bupati Alor terhadap laporan Badan Anggaran DPRD, Senin (6/7/2026).

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!
Baca Juga:
Kawal DOB Kabupaten Pantar, Forum Akademisi dan Tim Peneliti Undana Perkuat Sinergi di Alor

Pertanyakan Sumber Anggaran

Deni mempertanyakan dasar pengalokasian anggaran untuk dua program tersebut, sementara berbagai kebutuhan mendasar masyarakat masih tertunda dengan alasan keterbatasan anggaran.

Ia menyoroti sejumlah program prioritas seperti pembangunan jalan, jembatan, penyediaan air bersih, sekolah, hingga rumah jabatan bagi guru dan tenaga kesehatan yang belum mendapat alokasi memadai.

“Kalau memang uang tidak ada saat pembahasan APBD, lalu dari mana anggaran Rp2 miliar lebih untuk lanjutan RSB Mola dan Rp900 juta untuk pengadaan wifi itu berasal? Apakah ada transfer dana baru atau hanya hasil pergeseran anggaran?” ujar Deni.

Soroti Urgensi Pengadaan Wifi

Selain mempertanyakan sumber anggaran, Wakil Ketua Komisi III DPRD Alor itu juga menilai pengadaan jaringan wifi senilai hampir Rp1 miliar belum menjadi kebutuhan yang paling mendesak.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatAlor.ID

+ Gabung

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *