Sayangnya, potensi tersebut belum mampu memberikan nilai ekonomi maksimal akibat buruknya infrastruktur jalan.
Ia menjelaskan para petani menghadapi kesulitan saat membawa hasil panen menuju pusat kota. Selain harus menempuh perjalanan yang cukup jauh, mereka juga dihadapkan pada risiko kecelakaan akibat kondisi jalan yang rusak berat.
“Bagaimana kami bisa menjual hasil komoditas untuk menghidupi keluarga jika kondisi jalan sangat berisiko? Jarak ke kota sudah jauh, ditambah lagi kami harus berharap bisa sampai dengan selamat,” ungkap Steven.
Ia juga mengaku prihatin terhadap para pengemudi ojek yang setiap hari harus melewati ruas jalan tersebut demi mencari nafkah dengan risiko keselamatan yang tinggi.
UMKM Merugi akibat Distribusi Terganggu
Kerusakan Jalan Mainang juga memberikan dampak langsung terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Distribusi barang menjadi tidak efisien karena kendaraan harus melintasi jalan berlubang yang disebut memiliki kedalaman hingga hampir 50 sentimeter.
Akibatnya, berbagai barang dagangan mengalami kerusakan sebelum sampai ke tangan konsumen.
Steven menyebut kondisi tersebut bukan hanya menghambat roda perekonomian masyarakat, tetapi juga pernah memicu kecelakaan lalu lintas yang merenggut korban jiwa.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatAlor.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










