Kekayaan ini menyimpan diam di relung terdalam ditanah ini dan selalu memberi hidup bagi penghuninya. Laut yang luas dengan memancarkan alamnya yang begitu indah dan mempesona; semangat persaudaraan dan kekerabatan begitu hidup ditanah ini, semacam surga kecil ditanah ini.
Namun saat ini tanah tercinta kenari berada pada fase terendah; boleh dibilang di fase terburuk. Sedikit mengalami perubahan di fase ini karena menjadi tempat yang dipenuhi ketakutan ketika perilaku merusak, kebencian dan rasa dendam serta tindakan pembunuhan mulai merusak sendi kehidupan masyarakat.
Di masa seperti ini, rasa ketenangan dan keamanan terganggu dan perlahan hilang. Orang-orang mulai saling curiga, konflik kecil berubah menjadi pertikaian yang besar, dan emosi lebih banyak dipilih dari pada musyawarah.
Perilaku merusak bukan hanya menghancurkan fasilitas atau lingkungan, tetapi juga menghancurkan kepercayaan antarwarga. Ketika nyawa manusia tidak lagi dihargai maka yang hancur bukan hanya individu melainkan juga masa depan sebuah daerah.
Di dalam fase terendah ini pendidikan melemah, ekonomi menurun, lingkungan terganggu dan masyarakat semakin jauh dari kehidupan yang aman dan damai.
Budaya yang selama ini menjadi kebanggakan mulai memudar. Nilai adat yang mengajarkan penghormatan terhadap sesamanya diganti oleh ego dan kekerasan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatAlor.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


