INI hanyalah sebuah tulisan kecil tentang situasi dan keadaan kita orang Alor saat ini dan disini, yang berangkat dari beberapa peristiwa tragis/mengerikan dan sungguh memperihatinkan.
Semacam catatan buram yang telah terjadi ditanah kota kenari, dan membutuhkan sebuah kekuatan kesadaran untuk direnungkan dan berbenah.
Pada situasi saat ini, kita seakan berada di putaran fase tidak baik-baik saja, sebuah fase terendah dari peradaban kehidupan kebersamaan kita ditanah tercinta ini.
Pada fase ini semua kita diajak untuk berhenti sejenak dalam sebuah permenungan atau perefleksian untuk melihat kembali jejak yang pernah dilewati dan melihat kembali gambaran kebersamaan kita di pulau seribu Moko ini.
Semua kita pasti setuju bahwa tidak bisa membiarkan fase ini berlanjut dan bahkan semacam sebuah budaya yang tetap hidup di tanah kota kenari, karena kita banyak berharap bahwa hidup ditanah ini harus dipelihara baik-baik, bahwa generasi kita bertumbuh dan berkembang dengan kualitas yang berpotensi membangun daerah ini kedepan lebih baik dan maju, kita berharap keadaan hidup bersama terasa aman, damai dan bebas dari rasa takut, kita berharap pulau dengan segudang keindahan tetap menjadi kebanggaan kita bersama.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatAlor.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


