Kalabahi, RakyatALOR.ID – Masyarakat Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), kini semakin mudah mengakses pelayanan keimigrasian. Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi NTT resmi menghadirkan Beranda Imigrasi di gedung eks-Balai Latihan Kerja, Galang Singosari, Kalabahi, Rabu (28/10/2026).
Peresmian dilakukan Wakil Gubernur NTT, Irjen Pol (Purn.) Dr. Drs. Johni Asadoma, M.Hum., melalui pengguntingan pita. Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan penyerahan dokumen paspor kepada masyarakat serta peninjauan langsung pelayanan oleh jajaran Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kupang.
Kehadiran Beranda Imigrasi Alor menjadi langkah strategis untuk mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat di wilayah kepulauan. Sebelumnya, warga yang membutuhkan layanan keimigrasian harus melakukan perjalanan ke Kupang sehingga membutuhkan tambahan waktu dan biaya.
Pada hari pertama operasional, tercatat sebanyak 14 warga telah mendapatkan pelayanan. Jumlah tersebut terdiri atas 10 pemohon penggantian paspor dan empat pemohon paspor baru.
Wakil Gubernur Johni Asadoma mengapresiasi kehadiran fasilitas pelayanan tersebut. Menurutnya, keberadaan imigrasi memiliki peran penting, tidak hanya dalam pelayanan administrasi dokumen perjalanan, tetapi juga dalam pengawasan mobilitas orang yang masuk dan keluar wilayah Indonesia.
Ia mengingatkan bahwa pengawasan keimigrasian harus menjadi perhatian serius, terutama karena Kabupaten Alor berada di kawasan perbatasan Indonesia dengan Timor Leste.
“Jangan sampai ada orang-orang jahat yang datang ke Indonesia, kemudian melakukan tindak kejahatan tanpa kita tahu,” ujarnya.
Johni Asadoma Dorong Pariwisata Alor dan Peningkatan PAD
Selain mendekatkan pelayanan dan memperkuat pengawasan wilayah perbatasan, Johni menilai kehadiran Beranda Imigrasi juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.
Aktivitas pelayanan dan keberadaan pegawai imigrasi dapat menggerakkan perekonomian lokal melalui kebutuhan tempat tinggal, konsumsi, transportasi, serta berbagai jasa pendukung lainnya.
Johni juga menyoroti besarnya potensi pariwisata Kabupaten Alor yang perlu dikembangkan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ia membandingkan PAD Kabupaten Badung, Bali, yang menurutnya mencapai sekitar Rp8 triliun per tahun dari sektor pariwisata. Sementara itu, PAD Kabupaten Alor saat ini masih berada di kisaran Rp65 miliar.
Karena itu, ia berharap pengembangan sektor pariwisata dan pertanian dapat mendorong peningkatan PAD Alor hingga minimal Rp250 miliar.
Menurutnya, kekayaan alam dan potensi wisata Alor perlu didukung dengan keramahan, kejujuran, serta kepedulian masyarakat terhadap wisatawan.
“Kuncinya adalah membangun keramahan, kejujuran, dan sikap ramah terhadap wisatawan. Slogan ‘Alamnya Lestari, Orangnya Ramah’ harus menjadi mantra yang digaungkan di mana pun,” tegasnya.
Imigrasi NTT Jamin Pelayanan Profesional dan Bebas Percaloan
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi NTT, Saroha Manullang, menegaskan bahwa Beranda Imigrasi Alor merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, profesional, transparan, dan mudah dijangkau masyarakat.
Ia memastikan pelayanan di fasilitas tersebut mengutamakan kecepatan, ketepatan, keramahan, serta kepatuhan terhadap prosedur yang berlaku.
Saroha juga mengingatkan pentingnya mencegah praktik percaloan dan penggunaan perantara ilegal dalam pengurusan dokumen keimigrasian.
Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, Kanwil Ditjen Imigrasi NTT akan memperkuat program Desa Binaan Imigrasi dan Petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA).
Program tersebut bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai aturan dan prosedur keimigrasian, terutama bagi warga di wilayah yang membutuhkan pendampingan secara berkelanjutan.
Selain itu, koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan akan terus diperkuat untuk mendukung pengawasan orang asing serta menjaga keamanan wilayah.
Imigrasi juga berkomitmen mendukung promosi pariwisata Kabupaten Alor agar semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.
Pemkab Alor Sambut Baik Kehadiran Beranda Imigrasi
Wakil Bupati Alor, Rocky Winaro, menyambut baik beroperasinya Beranda Imigrasi di Kalabahi.
Menurutnya, fasilitas tersebut menjadi solusi bagi masyarakat yang selama ini harus mengeluarkan biaya dan waktu tambahan untuk mengurus dokumen keimigrasian di Kupang.
Pemerintah Kabupaten Alor menyatakan kesiapan untuk mendukung operasional layanan melalui penyediaan fasilitas pendukung serta pemeliharaan keamanan lingkungan.
Rocky berharap kehadiran Beranda Imigrasi tidak hanya mempermudah pelayanan administrasi paspor, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pengembangan sektor pariwisata dan perikanan.
Kemudahan akses dokumen perjalanan dinilai penting untuk meningkatkan kesiapan Alor dalam menerima kunjungan wisatawan mancanegara.
Apresiasi juga disampaikan salah seorang warga Alor, Dewiyanti. Ia mengaku sangat terbantu dengan kehadiran layanan tersebut karena masyarakat kini dapat mengurus paspor baru maupun penggantian paspor tanpa harus bepergian jauh ke Kupang.
“Bagi saya sebagai masyarakat Alor, ini adalah hal yang baik. Kami sangat terbantu dengan adanya Beranda Imigrasi, sehingga ketika kami punya keperluan untuk memperpanjang paspor atau membuat paspor baru, kami tidak perlu jauh-jauh lagi ke Kupang atau ke daerah lain,” ungkap Dewiyanti.
Ia berharap Beranda Imigrasi Alor dapat terus beroperasi dan dikembangkan sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.
Perkuat Kehadiran Negara di Wilayah Kepulauan dan Perbatasan
Peresmian Beranda Imigrasi Alor turut dihadiri Wakil Bupati Alor Rocky Winaro, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kupang Mamum, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Alor Kalabahi M. Arfandy beserta jajaran, unsur Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga setempat.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan dukungan terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik sekaligus penguatan pembangunan daerah.
Melalui operasional Beranda Imigrasi Alor, Kanwil Ditjen Imigrasi NTT menegaskan tiga komitmen utama, yakni memastikan pelayanan keimigrasian berjalan sesuai standar, memperkuat pengawasan perbatasan demi menjaga kedaulatan negara dan keamanan masyarakat, serta mendukung pengembangan pariwisata melalui kemudahan akses dokumen perjalanan.
Dengan hadirnya fasilitas ini, Beranda Imigrasi Alor diharapkan menjadi lebih dari sekadar tempat pengurusan paspor. Kehadirannya merupakan bagian dari upaya memperkuat pelayanan dan kehadiran negara di wilayah kepulauan serta perbatasan.
Semangat Imigrasi untuk Rakyat diwujudkan melalui pelayanan yang semakin dekat, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat Kabupaten Alor dan sekitarnya. (*/ra1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatAlor.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










