Menurutnya, GENTASKIN bukan sekadar program Kuliah Kerja Nyata, tetapi menjadi gerakan kolaboratif yang mempertemukan dunia pendidikan tinggi dengan kebutuhan nyata masyarakat.
“Program ini merupakan salah satu strategi penting dalam mempercepat pembangunan manusia melalui sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat,” ujar Melkisedek Belly.
Mahasiswa Diminta jadi Agen Perubahan
Sekda Alor berpesan agar seluruh mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat desa.
Ia menegaskan mahasiswa tidak hanya hadir untuk memenuhi kewajiban akademik, tetapi juga harus menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan inovasi dan solusi atas berbagai persoalan pembangunan.
“Mahasiswa yang mengikuti KKN GENTASKIN tidak hanya hadir sebagai peserta KKN, tetapi harus menjadi agen perubahan yang membawa ilmu pengetahuan, inovasi, semangat pengabdian, serta solusi atas berbagai persoalan pembangunan di desa,” tegasnya.
Melkisedek juga mengajak para mahasiswa untuk membangun kedekatan dengan masyarakat selama menjalankan pengabdian.
“Hari ini saya melepas saudara-saudara bukan hanya untuk memenuhi kewajiban akademik, tetapi membawa amanah sebagai mitra pembangunan. Tinggallah bersama masyarakat, belajarlah bersama masyarakat, dan bekerjalah bersama masyarakat demi kemajuan desa,” katanya.
Simbol Dimulainya KKN GENTASKIN
Prosesi pelepasan ditandai dengan penyerahan bendera Program GENTASKIN dari perwakilan mahasiswa Universitas Tribuana Kalabahi kepada Pemerintah Kabupaten Alor.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatAlor.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.





