Menurut Kabid Humas, kegiatan MTQ tidak hanya menjadi ajang pengembangan syiar Islam dan pembinaan generasi Qurani, tetapi juga memiliki peran penting dalam memperkuat persaudaraan, meningkatkan nilai toleransi, serta menjaga kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat NTT.
“Kegiatan seperti MTQ tidak hanya menjadi ajang pengembangan syiar Islam dan pembinaan generasi Qurani, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan, memperkuat nilai-nilai toleransi, serta menjaga kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat NTT,” tambahnya.
Pertemuan tersebut turut diisi dengan diskusi dan tukar pandangan mengenai pentingnya kolaborasi antara aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas daerah serta memperkuat semangat persatuan di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Melalui pertemuan ini, Polda NTT kembali menegaskan komitmennya untuk terus membangun kemitraan yang harmonis dengan seluruh komponen masyarakat sebagai bagian dari semangat “Polda NTT Penuh Kasih” dalam melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat.
Sinergi antara aparat keamanan dan lembaga keagamaan diharapkan mampu memperkuat fondasi kerukunan umat beragama sekaligus menciptakan iklim sosial yang aman dan kondusif bagi pembangunan di Nusa Tenggara Timur. (*/ra1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatAlor.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.





