“Anak-anak sekarang sejak SD sudah memegang handphone atau Android. Tujuan orang tua tentu untuk belajar, tetapi hari ini banyak yang menggunakannya untuk menyebarkan berita bohong dan memicu pertikaian,” katanya.
Karena itu, ia meminta para orang tua agar lebih aktif mengawasi aktivitas anak-anak, terutama saat berada di luar rumah pada malam hari. Menurutnya, kurangnya pengawasan sering menjadi faktor terjadinya bentrokan antarkelompok pemuda.
“Peristiwa perkelahian biasanya terjadi pada dini hari, sementara orang tua sudah tidur sehingga tidak mengetahui anak-anak mereka berada di mana. Ini harus menjadi perhatian serius kita bersama,” tegasnya.
Melky Belly juga menekankan bahwa para pemuda yang sempat terlibat konflik sejatinya saling mengenal bahkan berteman. Ia berharap momentum rekonsiliasi tersebut menjadi awal mempererat kembali hubungan persaudaraan di tengah masyarakat.
“Mereka ini generasi penerus daerah. Masa depan Alor ada di tangan anak-anak kita yang saat ini masih duduk di bangku SD, SMP, dan SMA,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Sekda Alor juga mengingatkan generasi muda agar tidak merusak masa depan dengan tindakan kekerasan yang dapat berdampak panjang terhadap kehidupan dan cita-cita mereka.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatAlor.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










