Data tersebut kemudian dipadukan dengan dokumentasi lapangan dan dikembangkan menjadi platform digital yang dirancang sederhana agar mudah diakses sekaligus dikelola masyarakat.
Libatkan Tokoh Adat hingga Pelaku UMKM
Pengembangan Kabola Digital Hub juga melibatkan masyarakat setempat. Tokoh adat menjadi salah satu narasumber utama dalam penyusunan konten mengenai budaya dan pengetahuan lokal.
Sementara itu, pelaku UMKM memberikan data produk yang kemudian didokumentasikan dalam platform.
Pemerintah Kelurahan Kabola turut mendukung pengembangan platform melalui penyediaan data monografi wilayah dan proses validasi informasi.
Keterlibatan berbagai unsur masyarakat tersebut diharapkan membuat informasi yang ditampilkan tidak hanya lengkap, tetapi juga sesuai dengan kondisi dan potensi daerah.
Bisa Dikelola Masyarakat Secara Mandiri
Untuk memastikan platform dapat terus digunakan setelah program KKN berakhir, tim pengembang membekali Kabola Digital Hub dengan sistem Content Management System (CMS).
Sistem tersebut memungkinkan pengelola memperbarui informasi, mengunggah konten dan mengelola website secara mandiri tanpa harus memiliki kemampuan pemrograman.
Keberlanjutan platform menjadi perhatian penting bagi Tim KKN-PPM UGM.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatAlor.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









