“Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme. Kita bekerja dengan sungguh-sungguh dan tulus dalam melayani masyarakat agar mereka mendapatkan hak-haknya secara layak. Kita harus selalu ingat jati diri kita bahwa kita adalah pelayan masyarakat,” tegas Johni Asadoma.
Pada kesempatan yang sama, Wagub NTT juga menyoroti capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi NTT yang masih berada di bawah target. Hingga saat ini, realisasi PAD baru mencapai sekitar 17,86 persen atau sebesar Rp473 miliar.
Menurutnya, capaian tersebut masih jauh dari target yang telah ditetapkan dalam APBD Tahun Anggaran 2026. Karena itu, seluruh perangkat daerah diminta meningkatkan kinerja, memperkuat inovasi, serta mengoptimalkan seluruh potensi pendapatan daerah secara profesional, jujur, dan bertanggung jawab.
“Realisasi PAD kita masih jauh dari target. Karena itu saya minta seluruh jajaran bekerja lebih serius, lebih inovatif, jujur, dan tulus dalam mengelola seluruh potensi yang kita miliki agar mampu memberikan kontribusi yang maksimal bagi pembangunan daerah,” ujarnya.
Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di lingkungan Pemerintah Provinsi NTT diharapkan menjadi momentum memperkuat komitmen ASN dan seluruh elemen masyarakat untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila melalui pelayanan publik yang berkualitas, pembangunan yang berkeadilan, serta penguatan toleransi dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat Nusa Tenggara Timur. (*/ra1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatAlor.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.





