Pertama, peserta diminta mengikuti seluruh rangkaian pendidikan dan pelatihan dengan sungguh-sungguh sebagai proses menempa diri sekaligus memperkuat semangat kebangsaan.
Kedua, pengalaman sebagai anggota Paskibraka harus menjadi bekal untuk mengabdi kepada daerah dan bangsa, bukan hanya saat bertugas dalam upacara pengibaran bendera.
Ketiga, seluruh peserta diharapkan menjaga kebersamaan, solidaritas, dan kekompakan karena keberhasilan Paskibraka hanya dapat diraih melalui kerja sama tim yang baik.
“Paskibraka adalah simbol generasi muda yang siap menjaga persatuan bangsa, menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan, serta menjadi teladan di lingkungan masing-masing. Selamat berlatih, tetap semangat, dan jadilah generasi penerus bangsa yang berkarakter, berintegritas, dan cinta tanah air,” tegasnya.
Tradisi “Desa Bahagia” Warnai Pemusatan Diklat
Usai pembukaan resmi, kegiatan dilanjutkan dengan pemilihan Pak Lurah dan Bu Lurah “Desa Bahagia”, sebuah tradisi yang telah menjadi bagian dari pembinaan karakter dalam pemusatan Diklat Paskibraka.
Melalui proses pemungutan suara yang berlangsung secara demokratis, jujur, dan penuh keakraban, peserta memilih Handika Perdana sebagai Pak Lurah dan Sarah Joana Asalaka sebagai Bu Lurah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatAlor.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










