Ia berharap peserta tidak hanya menjadi pendengar selama kegiatan berlangsung, tetapi juga mampu memberikan masukan dan kritik yang konstruktif bagi penyelenggara pemilu.
Menurutnya, kritik merupakan bagian penting dalam mendorong perbaikan dan peningkatan kualitas demokrasi.
“Kritik itu merupakan vitamin untuk sebuah perbaikan,” tegasnya.
Nonato juga mengingatkan pentingnya membangun karakter yang kritis dan berani menyuarakan pendapat sebagai bagian dari partisipasi masyarakat dalam mengawal proses demokrasi.
Ia menekankan bahwa konsolidasi demokrasi harus terus dilakukan agar seluruh tahapan pemilu berjalan sesuai prosedur dan prinsip-prinsip demokrasi yang sehat.
Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Ketua Bawaslu Kabupaten Alor, Therlince Loisa Mau, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menjelaskan bahwa program Pendidikan Pengawasan Partisipatif merupakan agenda berjenjang yang diinstruksikan oleh Bawaslu RI.
Menurutnya, program tersebut bertujuan membekali para peserta dengan refleksi atas pelaksanaan pemilu dan pemilihan sebelumnya, sehingga dapat melahirkan kader pengawas yang berkualitas.
“Tujuan kami adalah mempersiapkan kader pengawas partisipatif yang benar-benar berkualitas untuk menyambut Pemilu 2029 mendatang,” kata Therlince.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatAlor.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










