Kalabahi, RakyatALOR.ID – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Alor terus memperkuat budaya demokrasi partisipatif melalui pelaksanaan Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) yang digelar di Aula Kantor Bawaslu Alor, Jumat (12/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis Bawaslu dalam menjaga semangat demokrasi di masa non-tahapan pemilu sekaligus mempersiapkan kader-kader pengawas partisipatif yang akan berperan aktif menyongsong Pemilu 2029.
Pembukaan kegiatan dilakukan secara resmi oleh Ketua Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Nonato Da Purificacao, melalui sambutan secara daring. Kegiatan ini diikuti sekitar 20 peserta yang berasal dari unsur media, organisasi kemasyarakatan, komunitas perempuan, hingga Kwartir Daerah Pramuka.
Sementara itu, materi dari pihak eksternal disampaikan oleh dosen STKIP Muhammadiyah Kalabahi, Dr. Rahmat Nasir, M.Pd.
Dalam arahannya, Nonato Da Purificacao menegaskan bahwa pendidikan pengawasan partisipatif merupakan bagian dari pertanggungjawaban moral dan konstitusional Bawaslu kepada masyarakat.
“Bicara soal pendidikan partisipatif, ini adalah bagian dari pertanggungjawaban kami kepada publik saat ditanya apa saja yang dilakukan Bawaslu di masa non-tahapan. Sebagai lembaga publik, kami dituntut untuk terus berkreasi dan berinovasi dalam menjalankan tugas kelembagaan,” ujar Nonato.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatAlor.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










