iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Penjaga SD GMIT 006 O’a di Alor Dipanah OTK saat Berangkat Kerja, Polisi Buru Dua Pelaku

Avatar photo
panah
Ilustrasi
  • Bagikan

Teluk Mutiara, RakyatALOR.ID – Aksi panah lari kembali terjadi di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT). Seorang penjaga sekolah SD GMIT 006 O’a, Kristian Zakarias Demang (40), menjadi korban penyerangan oleh dua orang tidak dikenal (OTK) saat hendak berangkat bekerja.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (14/9/2026) sekitar pukul 05.00 Wita di pinggir Jalan Kenarilang, Kelurahan Kalabahi Barat, Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!

Kristian yang merupakan warga O’a, RT 004/RW 002, Kelurahan Kalabahi Barat, saat itu hendak menuju sekolah untuk membuka pintu dan membersihkan lingkungan sekolah sebelum aktivitas dimulai.

Kapolres Alor AKBP Nur Azhari melalui Kasat Reskrim Polres Alor AKP Amru Ichsan membenarkan kejadian tersebut.

“Benar telah terjadi panah lari yang dilakukan oleh orang tidak dikenal terhadap Kristian Zakarias Demang pada Senin subuh,” ujar Amru, Senin siang.

Dua Pelaku Matikan Lampu Motor sebelum Memanah Korban

Berdasarkan keterangan awal polisi, korban sedang dalam perjalanan menuju sekolah ketika tiba-tiba didatangi dua pemuda yang tidak dikenalnya.

Baca Juga:
Wabup Alor Terima Kunjungan Wadanyon Brimob, Bahas Keamanan hingga Rencana Mako di Mola

Kedua pelaku menggunakan sepeda motor jenis KLX dan datang dari arah O’a menuju Kalabahi. Mereka kemudian berhenti di belakang korban dan mematikan lampu sepeda motor.

Salah satu pelaku kemudian melepaskan anak panah ke arah Kristian. Anak panah tersebut mengenai bagian punggung belakang sebelah kanan korban.

Setelah melakukan aksinya, kedua pelaku langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor KLX ke arah Kalabahi.

Dalam kondisi terluka, Kristian kemudian meminta bantuan Lambertus Balol untuk mengantarkannya ke RSUD Kalabahi guna mendapatkan perawatan medis.

“Saat ini korban masih dirawat di RSUD Kalabahi dan pihak keluarga telah mendatangi Polres Alor untuk membuat Laporan Polisi,” kata Amru.

Polisi Selidiki Dugaan Kaitan dengan Tawuran Pemuda

Polisi menduga aksi panah lari tersebut masih berkaitan dengan persoalan antara kelompok pemuda O’a Kenarilang dan pemuda Uburaya, Kelurahan Kalabahi Barat.

Permasalahan antarkelompok pemuda tersebut disebut belum sepenuhnya diselesaikan melalui proses perdamaian. Kondisi tersebut diduga masih menyisakan potensi terjadinya aksi balasan maupun kekerasan secara individual.

Kasat Reskrim Polres Alor juga menduga penyerangan terhadap Kristian dilakukan secara terencana dengan memanfaatkan kondisi dini hari.

“Diduga aksi ini dilakukan secara terencana dengan memanfaatkan kondisi dini hari untuk menghindari perhatian masyarakat serta mempersulit proses identifikasi pelaku,” ujar Amru.

Meski demikian, polisi masih mendalami motif dan identitas para pelaku serta memastikan apakah penyerangan tersebut benar-benar berkaitan dengan persoalan antarpemuda yang sebelumnya terjadi.

Polisi Buru Dua Pelaku Panah Lari

Penyidik Satuan Reskrim Polres Alor kini melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dua pelaku.

Polisi mendalami keterangan korban dan saksi, ciri-ciri pelaku, kendaraan KLX yang digunakan, arah pelarian, serta kemungkinan adanya rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

“Penyidik Satuan Reskrim Polres Alor masih melakukan penyelidikan secara intensif guna mengungkap identitas dua orang pelaku, dengan mendalami keterangan korban dan saksi, ciri-ciri pelaku, kendaraan jenis KLX yang digunakan, arah pelarian serta kemungkinan adanya CCTV di sekitar lokasi kejadian,” tandas Amru.

Hingga kini, korban masih menjalani perawatan di RSUD Kalabahi, sementara polisi terus memburu kedua pelaku. (*/ra1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatAlor.ID

+ Gabung

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *