Selain itu, HIPMI didorong untuk aktif menangkap peluang dari berbagai program strategis pemerintah pusat yang dapat diimplementasikan di daerah. Di antaranya program Makan Bergizi Gratis serta pengembangan tambak garam di Kabupaten Rote Ndao yang saat ini tengah dalam tahap pembebasan lahan.
Gubernur secara khusus meminta BPC HIPMI Rote untuk mulai merumuskan potensi pengembangan usaha tambak garam sebagai peluang ekonomi strategis.
“HIPMI harus jeli melihat peluang. Masuk dan ambil peran dalam program-program yang ada,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara HIPMI, pemerintah daerah, dan sektor perbankan dalam membangun ekosistem ekonomi yang kuat dan berkelanjutan.
Ia juga mendorong setiap BPD HIPMI kabupaten/kota untuk berkoordinasi dengan kepala daerah dalam mengidentifikasi lahan-lahan potensial yang belum dimanfaatkan.
“Jika ada lahan strategis yang bisa dikembangkan, silakan dimanfaatkan untuk kegiatan produktif,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua BPD HIPMI NTT, Restu Herdani Baptista Dupe, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antar pengusaha muda serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari hasil forum, tetapi dari implementasi nyata setelah kegiatan berakhir.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatAlor.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










