KKN UGM Bantu Petani Alor Petakan Kesesuaian Lahan, Tanam Komoditas Tak Lagi Sekadar Berdasarkan Kebiasaan

peta alor
Peta kesesuaian lahan
  • Bagikan

Kegiatan tersebut berangkat dari hasil observasi lapangan dan diskusi Tim KKN UGM bersama masyarakat serta kelompok tani Desa Pante Deere.

Dari proses tersebut diketahui bahwa sebagian petani masih menentukan komoditas berdasarkan pengalaman atau kebiasaan yang telah dilakukan selama ini.

Ada pula petani yang mengandalkan rekomendasi penyuluh pertanian tanpa terlebih dahulu memiliki data mengenai karakteristik tanah di lahan yang akan ditanami.

Kondisi tersebut kemudian mendorong Tim KKN UGM melakukan analisis karakteristik tanah melalui pengukuran pH.

Baca Juga:
KKN-PPM UGM Luncurkan Kabola Digital Hub, Satukan Potensi Wisata, UMKM dan Budaya Alor dalam Satu Platform

pH Tanah jadi Dasar Menentukan Komoditas

Pengukuran pH dilakukan karena setiap tanaman memiliki kebutuhan tingkat keasaman tanah yang berbeda.

Pada lahan padi, pengukuran bertujuan mengetahui apakah kondisi awal tanah sesuai dengan kebutuhan varietas yang akan ditanam.

Baca Juga:
Pemkab Alor Gandeng Undana Percepat Kajian DOB Pantar

Sementara pada lahan hortikultura dan tanaman pangan, hasil pengukuran digunakan untuk mengevaluasi tingkat kesesuaian lahan terhadap komoditas yang direncanakan.

Sampel tanah yang dikumpulkan selama dua hari dari tiga jenis lahan kemudian dianalisis menggunakan alat pengukur pH tanah.

Hasil pengukuran tersebut memberikan gambaran mengenai tingkat keasaman tanah di masing-masing lokasi.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatAlor.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version