“Kalau hari ini baru menghasilkan sedikit, tidak menjadi persoalan. Sedikit tetapi berhasil adalah modal untuk dikembangkan menjadi lebih besar,” katanya.
Ia menjelaskan, kebutuhan beras masyarakat Kabupaten Alor masih tergolong tinggi. Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, kebutuhan beras di Alor mencapai sekitar 24 ribu ton per tahun.
Sementara itu, kemampuan produksi beras lokal saat ini baru sekitar 2,2 ribu ton per tahun, atau hanya 11,41 persen dari total kebutuhan.
Artinya, masih terdapat kebutuhan sekitar 22 ribu ton yang harus dipenuhi melalui pasokan dari luar daerah.
Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan produksi pangan lokal.
“Kalau kebutuhan kita sekitar 24 ribu ton, sementara yang dapat kita produksi sendiri baru sekitar 2,2 ribu ton, berarti sebagian besar kebutuhan masih harus didatangkan dari luar daerah. Karena itu, apa yang kita lakukan hari ini menjadi bagian dari upaya untuk secara bertahap mengurangi ketergantungan tersebut,” jelasnya.
Alor Punya Potensi 1.600 Hektare Lahan
Pemkab Alor melihat peningkatan produksi tidak harus dilakukan sekaligus dalam skala besar. Pengembangan dapat dimulai dari lahan yang tersedia dan kelompok-kelompok tani yang sudah terbentuk.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatAlor.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










