Kalabahi, RakyatAlor.ID – Perjuangan pembentukan Calon Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Pantar kembali menggema. Kali ini, semangat itu datang dari dunia akademik melalui Forum Akademisi Pantar (FAP) yang menggelar rapat konsolidasi bersama tokoh masyarakat, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, hingga politisi Pulau Pantar di Gedung Kampus Universitas Tribuana Kalabahi, Sabtu (16/5/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan DOB Pantar di tengah moratorium pemekaran daerah yang hingga kini belum dibuka pemerintah pusat.
Mengusung semangat “Kerja-Kerja Pentaheliks Semua Elemen Bersatu Duduk Bersama”, rapat itu mempertemukan berbagai unsur strategis mulai dari sesepuh Pantar, tokoh masyarakat lima kecamatan dan 44 desa, pemerintah daerah, anggota DPRD Dapil Pantar, pimpinan partai politik, tokoh agama, tokoh perempuan, organisasi kemasyarakatan, akademisi, hingga organisasi mahasiswa.
Hadir dalam forum tersebut Ketua Panitia DOB Pantar Merianus Kaat, Ketua DPP KAMPAR Stefanus Magang, Ketua DPD Partai Golkar Alor Aksa Y. Blegur, Sekretaris DOB Pantar Moris Weni, Ketua IMP2 Abraham Tung Lau, serta sejumlah akademisi dan tokoh masyarakat Pantar lainnya.
Suasana rapat berlangsung penuh semangat dan emosional. Satu per satu peserta menyampaikan pandangan, harapan, hingga komitmen untuk terus memperjuangkan lahirnya Kabupaten Pantar.
Ketua dan Sekretaris Panitia DOB Pantar memaparkan sejarah panjang perjuangan masyarakat Pantar dalam memperjuangkan pemekaran wilayah, termasuk proses pengajuan proposal DOB ke pemerintah pusat.
Ketua Forum Akademisi Pantar, Rudi Lema Killa, menegaskan bahwa perjuangan tidak boleh berhenti hanya karena moratorium DOB belum dibuka.
“Kampus harus menjadi ruang berpikir dan ruang perjuangan. Kami ingin wacana DOB Pantar tetap hidup. Karena itu kami akan menggelar dialog publik dan mengajak seluruh elemen, terutama generasi muda Pantar, untuk bersama-sama mendukung DOB Pantar,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, Forum Akademisi Pantar akan menggelar Dialog Publik pada 10 Juni 2026 mendatang dengan tema:
“Sinergi Pemerintah, Akademisi, dan Masyarakat dalam Mendorong Percepatan Pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Pantar Menuju Kemandirian dan Pemerataan Pembangunan.”
Dialog tersebut akan menghadirkan sejumlah narasumber penting, mulai dari Bupati Alor, anggota DPRD Dapil Pantar, Panitia DOB Pantar, Rektor Universitas Tribuana Kalabahi, hingga tim peneliti Undana dan akademisi Dr. Mesak Awang, SE., MM.
Mereka akan membahas berbagai aspek penting, mulai dari dukungan kebijakan pemerintah daerah, dukungan politik dan anggaran, kesiapan wilayah, hingga kajian akademik dan indikator teknis pembentukan DOB sesuai PP Nomor 78 Tahun 2007.
Forum ini juga bertujuan memperkuat legitimasi publik dan menghimpun aspirasi masyarakat lintas elemen sebagai bagian dari proses demokrasi lokal menuju terbentuknya Kabupaten Pantar.
Rapat berakhir dalam suasana hangat dan penuh semangat persatuan. Bagi masyarakat yang hadir, perjuangan DOB Pantar bukan sekadar agenda pemekaran wilayah, tetapi simbol harapan menuju kemandirian, pemerataan pembangunan, dan pelayanan publik yang lebih dekat bagi masyarakat Pulau Pantar.
Dengan semangat “dari kampus untuk rakyat”, Forum Akademisi Pantar menegaskan bahwa perjuangan DOB Pantar akan terus hidup dan diperjuangkan lintas generasi. (ra1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatAlor.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
