Suasana rapat berlangsung penuh semangat dan emosional. Satu per satu peserta menyampaikan pandangan, harapan, hingga komitmen untuk terus memperjuangkan lahirnya Kabupaten Pantar.
Ketua dan Sekretaris Panitia DOB Pantar memaparkan sejarah panjang perjuangan masyarakat Pantar dalam memperjuangkan pemekaran wilayah, termasuk proses pengajuan proposal DOB ke pemerintah pusat.
Ketua Forum Akademisi Pantar, Rudi Lema Killa, menegaskan bahwa perjuangan tidak boleh berhenti hanya karena moratorium DOB belum dibuka.
“Kampus harus menjadi ruang berpikir dan ruang perjuangan. Kami ingin wacana DOB Pantar tetap hidup. Karena itu kami akan menggelar dialog publik dan mengajak seluruh elemen, terutama generasi muda Pantar, untuk bersama-sama mendukung DOB Pantar,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, Forum Akademisi Pantar akan menggelar Dialog Publik pada 10 Juni 2026 mendatang dengan tema:
“Sinergi Pemerintah, Akademisi, dan Masyarakat dalam Mendorong Percepatan Pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Pantar Menuju Kemandirian dan Pemerataan Pembangunan.”
Dialog tersebut akan menghadirkan sejumlah narasumber penting, mulai dari Bupati Alor, anggota DPRD Dapil Pantar, Panitia DOB Pantar, Rektor Universitas Tribuana Kalabahi, hingga tim peneliti Undana dan akademisi Dr. Mesak Awang, SE., MM.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatAlor.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
