Pemkab Alor Ajak Generasi Muda Perangi Rokok Lewat Gerakan Anti Tembakau

sekda alor
Sekretaris Daerah Kabupaten Alor, Melkisedek Bely, S.Sos., M.Si
  • Bagikan

Kalabahi, RakyatAlor.ID – Pemerintah Kabupaten Alor mengajak seluruh elemen masyarakat, gereja, sekolah dan keluarga untuk bersama-sama mengkampanyekan pola hidup sehat serta memerangi kebiasaan merokok di kalangan anak muda demi menyelamatkan generasi masa depan Alor.

Ajakan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Alor, Melkisedek Bely, S.Sos., M.Si mewakili Bupati dan Wakil Bupati Alor saat membuka kegiatan Gerakan Anti Tembakau yang digelar bersama Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh dan Dinas Kesehatan Kabupaten Alor, Kamis (28/5/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia dan menjadi momentum edukasi bahaya rokok bagi generasi muda di Kabupaten Alor.

Dalam sambutannya, Melkisedek Bely menegaskan bahwa peningkatan angka harapan hidup harus dibarengi dengan pola hidup sehat agar target pembangunan sumber daya manusia dapat tercapai.

“Sesungguhnya kegiatan seperti ini harus didukung oleh semua pihak termasuk anak-anak muda kita. Jangan sampai angka harapan hidup meningkat tetapi pola hidup masyarakat tidak sehat. Itu akan mengganggu target pembangunan sumber daya manusia yang sudah kita siapkan,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Alor juga memberikan apresiasi kepada Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, Dinas Kesehatan dan seluruh pihak yang telah menginisiasi gerakan edukasi anti rokok di tengah masyarakat.

Pemerintah berharap kampanye bahaya rokok tidak hanya dilakukan setiap peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia, tetapi terus digelorakan sepanjang tahun melalui sekolah, gereja dan ruang publik lainnya.

Menurut Melki, kebiasaan merokok di kalangan remaja saat ini semakin masif dan telah menjadi tren sosial yang mempengaruhi pola pikir generasi muda.

Ia menyebut banyak remaja menganggap merokok sebagai simbol kedewasaan, wibawa dan cara agar terlihat keren di hadapan teman maupun lawan jenis.

“Anak-anak muda sekarang kadang menganggap merokok itu menunjukkan kedewasaan mereka. Seolah-olah kalau merokok mereka dianggap hebat, dihargai dan punya wibawa. Padahal sesungguhnya mereka sedang berhadapan dengan kondisi yang sangat memprihatinkan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut juga dipaparkan hasil survei Yayasan Jantung Indonesia tahun 2025 yang menyebutkan bahwa 77 persen siswa mulai merokok karena ditawari atau diajak teman mereka.

Kondisi itu dinilai sangat berbahaya karena sebagian besar remaja belum memahami dampak buruk rokok terhadap kesehatan fisik maupun mental.

Disebutkan pula bahwa sebatang rokok mengandung lebih dari 4.000 senyawa kimia dan ratusan racun yang dapat merusak tubuh.

Dampak merokok tidak hanya menyebabkan gangguan kesehatan fisik, tetapi juga mempengaruhi kesehatan mental remaja seperti menurunnya fokus belajar, daya tangkap, energi hingga memicu kecemasan dan depresi.

Karena itu, edukasi dinilai menjadi langkah penting untuk membangun kesadaran generasi muda agar mampu meninggalkan kebiasaan merokok sejak dini.

Pemerintah Kabupaten Alor juga menegaskan bahwa saat ini negara sedang membuka banyak peluang masa depan bagi generasi muda, termasuk kesempatan menjadi anggota TNI, Polri maupun profesi lainnya.

Namun peluang tersebut hanya dapat diraih apabila generasi muda memiliki pola hidup sehat dan disiplin menjaga diri.

“Pemerintah sedang menyiapkan masa depan anak-anak yang luar biasa. Sekarang kesempatan terbuka sangat besar. Tetapi bagaimana mereka bisa mencapai cita-cita kalau mereka hidup dengan kebiasaan merokok dan pola hidup yang tidak sehat,” tegasnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa generasi muda merupakan usia produktif yang nantinya akan menjadi kekuatan utama pembangunan daerah, gereja dan masyarakat.

Karena itu, seluruh pihak diminta memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga dan membina kehidupan generasi muda agar bertumbuh sehat secara fisik maupun mental.

Mengakhiri sambutannya, Pemerintah Kabupaten Alor mengajak seluruh masyarakat terus menggelorakan gerakan hidup sehat demi menyelamatkan generasi muda Alor.

“Kita berharap generasi Alor menjadi generasi yang sehat, kuat dan berkualitas untuk membangun gereja, membangun daerah dan masa depan Kabupaten Alor yang lebih baik,” tutupnya.

Kegiatan Gerakan Anti Tembakau tersebut resmi dibuka dengan harapan mampu menjadi momentum bersama dalam membangun kesadaran hidup sehat di tengah masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan remaja di Kabupaten Alor. (*/ra1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatAlor.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version