Pemerintah berharap kampanye bahaya rokok tidak hanya dilakukan setiap peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia, tetapi terus digelorakan sepanjang tahun melalui sekolah, gereja dan ruang publik lainnya.
Menurut Melki, kebiasaan merokok di kalangan remaja saat ini semakin masif dan telah menjadi tren sosial yang mempengaruhi pola pikir generasi muda.
Ia menyebut banyak remaja menganggap merokok sebagai simbol kedewasaan, wibawa dan cara agar terlihat keren di hadapan teman maupun lawan jenis.
“Anak-anak muda sekarang kadang menganggap merokok itu menunjukkan kedewasaan mereka. Seolah-olah kalau merokok mereka dianggap hebat, dihargai dan punya wibawa. Padahal sesungguhnya mereka sedang berhadapan dengan kondisi yang sangat memprihatinkan,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut juga dipaparkan hasil survei Yayasan Jantung Indonesia tahun 2025 yang menyebutkan bahwa 77 persen siswa mulai merokok karena ditawari atau diajak teman mereka.
Kondisi itu dinilai sangat berbahaya karena sebagian besar remaja belum memahami dampak buruk rokok terhadap kesehatan fisik maupun mental.
Disebutkan pula bahwa sebatang rokok mengandung lebih dari 4.000 senyawa kimia dan ratusan racun yang dapat merusak tubuh.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatAlor.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
