Ia mengingatkan bahwa pengawasan keimigrasian harus menjadi perhatian serius, terutama karena Kabupaten Alor berada di kawasan perbatasan Indonesia dengan Timor Leste.
“Jangan sampai ada orang-orang jahat yang datang ke Indonesia, kemudian melakukan tindak kejahatan tanpa kita tahu,” ujarnya.
Johni Asadoma Dorong Pariwisata Alor dan Peningkatan PAD
Selain mendekatkan pelayanan dan memperkuat pengawasan wilayah perbatasan, Johni menilai kehadiran Beranda Imigrasi juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.
Aktivitas pelayanan dan keberadaan pegawai imigrasi dapat menggerakkan perekonomian lokal melalui kebutuhan tempat tinggal, konsumsi, transportasi, serta berbagai jasa pendukung lainnya.
Johni juga menyoroti besarnya potensi pariwisata Kabupaten Alor yang perlu dikembangkan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ia membandingkan PAD Kabupaten Badung, Bali, yang menurutnya mencapai sekitar Rp8 triliun per tahun dari sektor pariwisata. Sementara itu, PAD Kabupaten Alor saat ini masih berada di kisaran Rp65 miliar.
Karena itu, ia berharap pengembangan sektor pariwisata dan pertanian dapat mendorong peningkatan PAD Alor hingga minimal Rp250 miliar.
Menurutnya, kekayaan alam dan potensi wisata Alor perlu didukung dengan keramahan, kejujuran, serta kepedulian masyarakat terhadap wisatawan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatAlor.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
