Kalabahi, RakyatALOR.ID – Proyek rehabilitasi empat gedung di SD GMIT Kabaku, Desa Munaseli, Kecamatan Pantar, Kabupaten Alor, menuai sorotan.
Hingga pertengahan Juli 2026, pekerjaan yang ditargetkan selesai belum juga rampung, sehingga berdampak pada kelancaran proses belajar mengajar di sekolah tersebut.
Seorang guru SD GMIT Kabaku, Nelis Ollang, meminta Pemerintah Kabupaten Alor melalui Dinas Pendidikan segera mengambil langkah tegas agar proyek rehabilitasi dapat diselesaikan sesuai mekanisme yang berlaku.
Menurut Nelis, proyek rehabilitasi tersebut mulai dikerjakan sejak 14 Oktober 2025 dan dijadwalkan selesai pada Juli 2026. Namun hingga Rabu (15/7/2026), pekerjaan dinilai terhenti tanpa adanya kepastian kelanjutan.
Siswa Terpaksa Bergantian Menggunakan Ruang Kelas
Belum selesainya pembangunan menyebabkan beberapa ruang kelas belum dapat digunakan. Kondisi ini memaksa pihak sekolah mengatur proses belajar secara bergantian dengan memanfaatkan ruang kelas yang masih layak.
Akibatnya, kegiatan belajar mengajar menjadi kurang efektif karena guru harus menunggu ruang kelas kosong sebelum dapat memulai pembelajaran.
“Kami yang mengajar ini juga tidak efektif, sebab kelas yang tidak punya ruangan terpaksa harus menunggu kelas lain kosong. Baru setelah itu kami bisa masuk dan mengajar siswa yang tidak memiliki ruangan,” ungkap Nelis.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya menyulitkan tenaga pendidik, tetapi juga mengurangi kenyamanan dan efektivitas pembelajaran bagi para siswa.
Sarana Pendidikan Dinilai Sangat Penting
Nelis menegaskan bahwa ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan proses belajar mengajar yang berkualitas.
Fasilitas yang memadai dinilai mampu memberikan kenyamanan bagi peserta didik sekaligus meningkatkan motivasi belajar mereka.
Karena itu, ia berharap Pemerintah Kabupaten Alor segera memanggil kontraktor pelaksana agar menyelesaikan sisa pekerjaan rehabilitasi yang hingga kini belum tuntas.
“Saya meminta kepada Pemda melalui Dinas Pendidikan untuk mengambil langkah sesuai dengan mekanisme yang berlaku untuk melanjutkan pekerjaan yang masih tersisa ini. Sangat disayangkan ketika sarana dan prasarana di bidang pendidikan tidak diperhatikan dengan serius oleh Pemerintah Daerah,” tegasnya.
Guru Berharap Aktivitas Belajar Segera Kembali Normal
Para guru berharap rehabilitasi empat gedung SD GMIT Kabaku segera diselesaikan agar seluruh siswa dapat kembali belajar di ruang kelas yang layak tanpa harus bergantian menggunakan ruangan.
Mereka menilai penyelesaian proyek menjadi kebutuhan mendesak demi menjaga kualitas layanan pendidikan di sekolah tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Kabupaten Alor maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Alor belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab keterlambatan maupun kelanjutan proyek rehabilitasi empat gedung SD GMIT Kabaku.
Apabila kondisi ini terus berlarut, dikhawatirkan kualitas pembelajaran, kenyamanan siswa, serta efektivitas proses belajar mengajar akan semakin terdampak. (ra2)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatAlor.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
