Pemkab Alor Genjot Produksi Pangan Lokal, Kebutuhan Beras Capai 24 Ribu Ton per Tahun

petani alor
Sekretaris Daerah Kabupaten Alor, Melkisedek Bely, S.Sos., M.Si., saat menghadiri kegiatan pengembangan pertanian bersama kelompok tani di Maiwal, Desa Pintu Mas, Kecamatan Alor Barat Daya (ABAD), Kabupaten Alor, Rabu (12/8/2026). (Foto: Prokopim Alor)
  • Bagikan

Pemerintah daerah juga melihat peluang pengembangan kawasan pertanian dalam skala lebih luas, khususnya di wilayah Alor Timur.

Melkisedek menyebut terdapat potensi sekitar 1.600 hektare lahan yang tersebar di tiga desa di wilayah tersebut. Potensi itu dinilai dapat menjadi kawasan strategis untuk meningkatkan produksi pangan apabila didukung perencanaan, infrastruktur, pengairan, pembinaan dan tata kelola yang baik.

Karena itu, pemerintah daerah akan melakukan perhitungan teknis terkait luas lahan yang dapat dikembangkan, kebutuhan air, infrastruktur pendukung hingga kebutuhan pembiayaan.

“Kalau persoalannya adalah air, kita harus menghitung secara teknis bagaimana air dapat dialirkan dari sumber menuju lahan pertanian. Berapa jaraknya, berapa kebutuhan infrastrukturnya, dan berapa anggarannya. Semua itu harus dihitung dengan baik,” jelasnya.

Kolaborasi jadi Kunci Pengembangan Pertanian

Sekda juga mendorong kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Alor, DPRD, penyuluh pertanian, kelompok tani dan masyarakat dalam memperjuangkan pembangunan infrastruktur pertanian.

Menurutnya, keterbatasan anggaran daerah tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti mengembangkan sektor pertanian. Program pemerintah harus diarahkan pada kebutuhan yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatAlor.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version