Dewan juri berasal dari Dinas Kesehatan Kabupaten Alor, Tim Penggerak PKK Kabupaten Alor, serta CD Bethesda Area Alor.
Sebanyak 10 Posyandu terbaik dari berbagai desa mengikuti lomba setelah sebelumnya lolos seleksi tingkat desa. Mereka berasal dari Posyandu Tufui, Tetalising, Tunas Muda, Rajawali, Anggrek 2, Kasih Ibu, Ampera, Kisanak, Mawar Abui, dan Mawar Indah 2.
Menurut Sukendri, lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi menjadi sarana evaluasi untuk memastikan pelayanan Posyandu telah berjalan sesuai standar.
“Kami juga menilai inovasi yang dilakukan kader Posyandu kepada masyarakat, apakah benar-benar tepat sasaran karena berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat di desa,” ujarnya.
Perkuat Layanan Kesehatan dan Percepat Penurunan Stunting
Melalui kegiatan tersebut, penyelenggara ingin menilai kinerja Posyandu secara menyeluruh, meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan bagi ibu, bayi, remaja dan lansia, mendorong lahirnya inovasi lokal sesuai karakteristik wilayah Alor, sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat.
Sukendri memberikan apresiasi kepada seluruh kader Posyandu ILP yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan primer di desa.
Menurutnya, para kader telah menunjukkan dedikasi luar biasa meski menghadapi berbagai keterbatasan di lapangan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatAlor.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
