Jalan Mainang Rusak Bertahun-tahun, Warga Alor Desak Pemerintah Segera Bertindak

jalan-rusak-alor-2
Kondisi Jalan Mainang yang menghubungkan Kecamatan Alor Tengah Utara (ATU) dengan Alor Selatan, Kabupaten Alor, semakin memprihatinkan. (Foto: Juan/RakyatALOR.ID)
  • Bagikan

Alor Selatan, RakyatALOR.ID – Kondisi Jalan Mainang yang menghubungkan Kecamatan Alor Tengah Utara (ATU) dengan Alor Selatan, Kabupaten Alor, semakin memprihatinkan.

Kerusakan berat pada ruas jalan tersebut dinilai tidak hanya membahayakan keselamatan pengguna jalan, tetapi juga menghambat aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada jalur tersebut setiap hari.

Jalan Mainang merupakan akses utama bagi warga untuk mengangkut hasil pertanian, menjalankan aktivitas perdagangan, serta mengakses layanan pendidikan dan kesehatan. Namun, kondisi jalan yang dipenuhi lubang dan kerusakan di sejumlah titik membuat mobilitas masyarakat menjadi semakin sulit.

Salah seorang pemuda Alor Selatan, Steven Momay, menilai pembangunan infrastruktur jalan harus menjadi prioritas pemerintah karena memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga:
HUT ke-76 PGI di Alor, Gubernur NTT Tekankan Persatuan, Toleransi, dan Pelayanan Gereja

Menurutnya, jalan yang layak tidak sekadar menjadi sarana transportasi, tetapi merupakan urat nadi yang menghubungkan masyarakat dengan berbagai peluang ekonomi dan pelayanan dasar.

“Jalan bukan sekadar sarana transportasi, tetapi menjadi penghubung utama menuju kesejahteraan masyarakat,” ujarnya, Jumat (17/7/2026).

Potensi Pertanian Terhambat Infrastruktur

Steven mengatakan Kabupaten Alor memiliki potensi sumber daya alam yang besar, terutama komoditas unggulan seperti vanili, cengkih, dan berbagai hasil pertanian lainnya yang banyak dihasilkan masyarakat Alor Selatan.

Sayangnya, potensi tersebut belum mampu memberikan nilai ekonomi maksimal akibat buruknya infrastruktur jalan.

Ia menjelaskan para petani menghadapi kesulitan saat membawa hasil panen menuju pusat kota. Selain harus menempuh perjalanan yang cukup jauh, mereka juga dihadapkan pada risiko kecelakaan akibat kondisi jalan yang rusak berat.

“Bagaimana kami bisa menjual hasil komoditas untuk menghidupi keluarga jika kondisi jalan sangat berisiko? Jarak ke kota sudah jauh, ditambah lagi kami harus berharap bisa sampai dengan selamat,” ungkap Steven.

Ia juga mengaku prihatin terhadap para pengemudi ojek yang setiap hari harus melewati ruas jalan tersebut demi mencari nafkah dengan risiko keselamatan yang tinggi.

UMKM Merugi akibat Distribusi Terganggu

Kerusakan Jalan Mainang juga memberikan dampak langsung terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Distribusi barang menjadi tidak efisien karena kendaraan harus melintasi jalan berlubang yang disebut memiliki kedalaman hingga hampir 50 sentimeter.

Akibatnya, berbagai barang dagangan mengalami kerusakan sebelum sampai ke tangan konsumen.

Steven menyebut kondisi tersebut bukan hanya menghambat roda perekonomian masyarakat, tetapi juga pernah memicu kecelakaan lalu lintas yang merenggut korban jiwa.

Karena itu, ia meminta pemerintah daerah segera menjadikan perbaikan Jalan Mainang sebagai salah satu prioritas pembangunan infrastruktur.

Pelaku Usaha: Keuntungan Habis di Jalan

Keluhan serupa disampaikan pelaku usaha kios, Eduard Manilani. Menurutnya, jalan rusak menyebabkan biaya operasional meningkat sekaligus memicu kerugian akibat barang dagangan rusak selama proses pengiriman.

Barang-barang yang mudah pecah seperti telur, makanan ringan, dan berbagai kebutuhan pokok lainnya kerap tidak lagi layak dijual setelah melewati ruas Jalan Mainang.

“Kami sebagai pelaku UMKM sering mengalami kerugian. Bahkan ada usaha yang akhirnya terpaksa tutup karena keuntungan habis akibat barang rusak di perjalanan,” katanya.

Baca Juga:
Pemkab Alor Gandeng Undana Percepat Kajian DOB Pantar

Ia menambahkan kondisi tersebut membuat keuntungan usaha semakin menipis sehingga menghambat pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.

Warga Desak Pemerintah Ambil Langkah Nyata

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Alor segera melakukan perbaikan Jalan Mainang agar aktivitas ekonomi dan mobilitas warga dapat kembali berjalan normal.

Perbaikan infrastruktur dinilai akan memperlancar distribusi hasil pertanian, meningkatkan daya saing pelaku UMKM, memperluas akses terhadap layanan publik, sekaligus mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas.

Eduard juga mengingatkan agar persoalan jalan rusak tidak hanya dijadikan bahan kampanye politik, melainkan benar-benar diselesaikan melalui pembangunan yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Jangan jadikan jalan rusak sebagai komoditas politik untuk mencari dukungan masyarakat. Yang dibutuhkan warga adalah tindakan nyata melalui pembangunan yang benar-benar dirasakan manfaatnya,” tegasnya. (ra2)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatAlor.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version